Usai menyerahkan bantuan, Mas Dhito juga menyempatkan berbincang dengan Mbah Marsiyah dan keluarga. Ia pun menitipkan doa agar Kabupaten Kediri tetap guyub, rukun, dan kondusif.
“Tadi saya titip doa kepada Mbah Marsiyah, juga dibekali jeruk biar dapat barokahnya,” katanya.
Mbah Marsiyah mengaku telah puluhan tahun memiliki keinginan untuk menunaikan ibadah haji. Biaya keberangkatan ia kumpulkan dari hasil berjualan bubur.
Meski lapak jualannya sempat terdampak pasir letusan Gunung Kelud pada 2014 hingga harus tutup, ia tetap menyisihkan uang demi mewujudkan impiannya.
“Kawit sadean niku pingin minggah haji (sejak jualan dulu sudah ingin naik haji),” tuturnya.
Berkat kesabaran dan ketekunan menabung, Mbah Marsiyah akhirnya bisa berangkat haji pada tahun 2026 ini. Ia pun merasa senang mendapatkan bantuan kursi roda yang diharapkan dapat membantu mobilitasnya selama beribadah.
Baca juga:Selama 3 Pekan, Polres Kediri Bongkar 5 Kasus Curanmor, Amankan 6 Motor
“Nggih remen (senang),” ucap Mbah Marsiyah.


















