Kasus Guru Yogi di Jombang: Kepala Sekolah Ungkap Ketidakhadiran, Warga Sebut Disiplin

Sekolah Dasar Negeri Jipurapah 2, Dusun Kedungdendeng, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang tempat guru Yogi mengajar sebelum diberhentikan Pemda.
Disinilah Sekolah Dasar Negeri Jipurapah 2, Dusun Kedungdendeng, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang tempat guru Yogi mengajar sebelum diberhentikan oleh Pemerintah Daerah, Selasa (5/5/2026) siang.(foto:taufiqur rachman)

Diketahui, SDN Jipurapah 2 memiliki 10 tenaga pendidik, termasuk Yogi, terdiri dari enam guru kelas, satu guru PAI, satu operator, satu guru ekstra, dan satu pengurus barang. Jumlah siswa sebanyak 25 orang, dengan tujuh siswa di kelas satu yang sebelumnya diajar oleh Yogi.

Sementara itu, pernyataan berbeda disampaikan oleh Kepala Dusun Kedungdendeng, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Jihan Suprendi (25). Ia yang juga merupakan mantan murid Yogi menyebut sosok gurunya dikenal disiplin dan jarang absen.

“Setahu saya, Pak Yogi itu orangnya baik dan tidak pernah bolos. Dulu saya juga murid beliau, dan tidak pernah ada cerita beliau tidak masuk. Bahkan sebelum jam setengah tujuh sudah datang. Saat hujan pun tetap berangkat, meski kondisi jalan dulu masih rusak,” terangnya.

Read More

Ia mengakui sempat tidak melihat Yogi di sekolah selama beberapa waktu saat yang bersangkutan sakit. Namun setelah pulih, Yogi disebut kembali aktif mengajar sejak awal tahun 2026 hingga beberapa waktu terakhir.

Menurut Jihan, Yogi dikenal ramah dan mudah bergaul dengan masyarakat. Bahkan sering berinteraksi dengan warga di sela waktu istirahat.

“Orangnya supel, suka bercanda, dan wali murid juga banyak yang senang. Banyak yang heran, kok orang yang dikenal baik seperti itu bisa kena masalah. Padahal setiap hari terlihat mengajar,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, Yogi termasuk guru yang datang lebih awal dan pulang paling akhir dibandingkan guru lainnya.

Baca juga:Persiapan CJH Jombang Rampung, 1.266 Jemaah Siap Berangkat dengan Empat Kloter

“Pak Yogi biasanya pulang paling akhir, bisa sampai sore. Itu yang saya lihat setiap hari. Saya tahu betul beliau, karena saya juga alumninya,” tutup Jihan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *