“Kita adakan pendampingan pada anak anak tersebut agar tidak trauma dan masih bisa lakukan kegiatan sehari hari dan tetap sekolah,” katanya.
Hal yang sama disampaikan Arik perangkat desa setempat, pendampingan pyskologis dari DP2KBP3A Kabupaten Kediri sangat diperlukan agar anak-anak tidak terbebani dengan kasus yang menimpanya.
Sementara Murjito ketua RT setempat menyampaikan, sebelumnya ia mendapatkan laporan satu orang tua anak yang korban cabul tokoh agama, setelah berkonsultasi dengan perangkat desa ternyata banyak laporan masuk hingga jumlahnya 13 anak.
Baca Juga :Tingkatkan Keamanan Perjalanan KA, DJKA Lakukan Uji Fungsi Jembatan BH 613 Kras
“Pada akhirnya pelaku dibass polisi karena perilaku menyimpang pelaku ini. Hari ini di rumah kami ada rembugan dan asesment untuk anak anak agar tidak trauma dengan peristiwa yang mereka alami,” katanya.



















