Selain itu, komunitas film di Tulungagung juga memiliki potensi yang sangat bagus untuk dikembangkan, sehingga perlu diwadahi agar potensi tersebut tetap terjaga.
Baca Juga :DP2KBP3A Kabupaten Kediri Adakan Pendampingan Anak Korban Asusila Tokoh Agama
Bahkan pihaknya juga optimis jika dunia perfilman ini bisa menjadi masa depan baru bagi sarana pengembangan kreativitas anak muda di Kabupaten Tulungagumg di masa mendatang.
“Kami melihat ternyata banyak komunitas film di Tulungagung yang memang membutuhkan wadah untuk berkreasi. Ini bentuk dukungan kami agar mereka punya ruang untuk berkembang,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, Jairi menyebut, pihaknya akan kembali menggelar workshop lanjutan dengan rangkaian yang lebih kompleks mulai dari pelatihan pengambilan gambar, penulisan naskah hingga penyutradaraan.
Bahkan pihaknya mentargetkan jika para sineas di Tulungagung bisa menghasilkan karya film sekelas nasional.
Selain itu, pihaknya juga akan berupaya untuk menghadirkan Film Festival di Tulungagung pada akhir tahun 2026, meski saat ini pihaknya masih menyiapkan sumber daya maupun pendanaan untuk kegiatan itu.
Baca Juga :Polisi Amankan Dua Pencuri Jeruk di Malang, Satu Pelaku Pernah Dipenjara
Nantinya, Jogja Asian Film Festival (JAFF) Yogyakarta juga akan membantu membina komunitas perfilman di Tulungagung.
“Kita tahu Jogja punya komunitas film dan festival yang besar. Kami berharap Tulungagung juga bisa memiliki festival dan event yang mampu mengangkat film-film lokal ke tingkat nasional,” pungkasnya.



















