Berdasarkan data sounding terakhir, kapasitas tampungan efektif Waduk Wlingi mengalami penurunan signifikan dibandingkan kondisi awal. Volume efektif yang pada 1979 sebesar 5,20 juta meter kubik (100 persen), tercatat menjadi sekitar 2,24 juta meter kubik pada 2025 atau sekitar 43,08 persen.
Baca juga:Polres Blitar Kota Ringkus 19 Tersangka Narkoba, Sabu hingga Pil Dobel L Disita
Sementara itu, volume efektif Waduk Lodoyo yang pada 1980 sebesar 5,00 juta meter kubik (100 persen), kini tersisa sekitar 2,31 juta meter kubik pada 2025 atau sekitar 46,20 persen dari kondisi awal.
“Penurunan kapasitas tampungan tersebut menjadi salah satu dasar penting dilaksanakannya flushing. Sedimentasi merupakan proses alami, terlebih pada sistem waduk di aliran Sungai Brantas. Karena itu, diperlukan pemeliharaan berkala agar fungsi waduk untuk irigasi, pembangkitan listrik, dan pengendalian tata air tetap optimal,” imbuhnya.
Untuk mendukung pelaksanaan tahun ini, PJT I menurunkan delapan unit alat berat yang ditempatkan di area Waduk Wlingi dan Waduk Lodoyo. Rinciannya, enam unit di Waduk Wlingi dan dua unit di Waduk Lodoyo.
Penggunaan alat berat dilakukan untuk membantu pembersihan dan penggelontoran sedimen, khususnya di area yang tidak dapat tergelontor secara alami melalui aliran air.



















