Mendapati hal itu, ketua RT tersebut segera melaporkan temuan bayi tersebut ke Polsek Pucanglaban dan petugas piket Polsek Pucanglaban segera menuju TKP.
Setibanya petugas di TKP, bayi tersebut kemudian segera dievakuasi ke Puskesmas Pucanglaban untuk kemudian segera mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga :Isnaini, Pencari Ikan yang Terseret Arus Sungai Brantas, Ditemukan Meninggal Dunia
“Saat ditemukan kondisinya masih hidup, bayi sempat menangis. Bayi itu hanya diletakkan di dalam sebuah kardus beserta tiga buah selimut,” ungkapnya.
Atas temuan ini, Tarmadi menyebut, pihaknya akan segera melakukan pendalaman untuk mengungkap orang tua biologis yang tega membuang bayi tersebut.
Pihaknya menduga jika orang tua bayi tersebut merupakan warga setempat, sehingga pihaknya akan melakukan penyisiran di Desa Demuk terlebih dahulu.
Pasalnya sesuai keterangan petugas medis, bayi tersebut dilahirkan sekitar satu jam sebelum kemudian dibuang oleh orang tua biologisnya hingga ditemukan pencari botol bekas.
Baca Juga :Ratusan Jamaah Haji Kota Kediri Dilepas dari GOR Joyoboyo Menuju Asrama Haji Surabaya
Selain itu, tapi pusar bayi tersebut juga tidak dipotong sesuai ketentuan medis, sehingga petugas Puskesmas harus memotong ulang.
“Kondisi terkini bayi tersebut dalam keadaan sehat dan stabil. Bahkan saat disusui oleh petugas puskesmas, bayi tersebut juga mau menyusu. Kami akan dalami kasus ini,” pungkasnya.



















