Menteri Bappenas dan Wamentan Tanam Padi di Lamongan, Dorong Hilirisasi dan Swasembada Pangan

Menteri Bappenas dan Wamentan Tanam Padi di Lamongan, Dorong Hilirisasi dan Swasembada Pangan
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sekaligus Ad Interim Menteri Pertanian, Bupati Lamongan, serta Wakil Bupati menanam padi di Desa Kebalan Kulon Kecamatan Sekaran melalui Gerakan Tanam Padi.(ist)

Baca Juga :Lamongan Raih WTP ke-10 Berturut-turut, Bupati: Ini Bukan Sekadar Prestasi

Sudaryono menegaskan semangat para petani Lamongan patut menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional. Menurutnya, peningkatan produksi pertanian hanya dapat dicapai dengan memperluas areal tanam serta memastikan seluruh kebutuhan pendukung tersedia.

“Kunci pertanian itu hanya satu, supaya panen lebih banyak. Tidak ada cara lain selain memperbanyak tanam. Agar bisa menanam lebih banyak, semua kebutuhan harus dipenuhi, mulai dari air, pupuk, alat dan mesin pertanian, serta kebutuhan lainnya. Insyaallah dengan itu semua, tanam lebih banyak dan panen juga lebih banyak,” ujar Sudaryono.

Read More

Menanggapi dukungan pemerintah pusat tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan optimistis dapat memenuhi target LTT tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 233 ribu hektare. Pemerintah Kabupaten Lamongan akan mengoptimalkan seluruh potensi daerah dan bantuan sarana-prasarana yang diterima, terutama untuk menghadapi tantangan perubahan musim.

“Menghadapi perubahan musim, tentunya kami akan memaksimalkan jaringan irigasi yang ada di Kabupaten Lamongan, termasuk memanfaatkan bantuan pompa, serta terus melakukan perbaikan dan normalisasi saluran irigasi,” kata bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Baca Juga :Polres Kediri Bentuk Tim Anti Begal, Perkuat Pencegahan Kejahatan Jalanan

Pak Yes menambahkan, transformasi menuju pertanian modern akan terus diperkuat di seluruh wilayah Lamongan.

“Pemerintah terus memperbaiki kualitas benih dan pola tanam yang lebih baik. Penanaman, pemupukan, hingga penyemprotan hama terus kami transformasikan dengan memanfaatkan teknologi modern,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *