“Kami akan melakukan segala upaya agar penyaluran Bantuan Pangan ini selesai dilaksanakan pada pertengahan Juni 2026, karena kami meyakini program ini akan memberikan dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat sekaligus membantu meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen,” ujarnya.
Baca juga:Libur Panjang, Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Kediri Tembus 38.198 Orang
Selain bantuan pangan, Bulog Kediri juga terus mengoptimalkan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui berbagai saluran resmi, seperti pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Pemerintah menilai bahwa kombinasi antara penyaluran bantuan pangan dan distribusi beras SPHP merupakan langkah efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar,” katanya.
Harisun menjelaskan, dengan ketersediaan stok yang kuat dan jaringan distribusi yang luas, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kecukupan pasokan beras.
Saat ini, stok beras yang tersimpan di seluruh gudang BULOG Kediri mencapai 99.471 ton. Jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama lebih dari delapan bulan ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat di Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Nganjuk agar tidak khawatir terhadap potensi kelangkaan beras. Stok yang kami miliki sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.



















