“Para pesertanya itu dengan usia yang masih muda, rata-rata masih berusia SMA. Tidak sedikit peserta putri yang tampil mengenakan jilbab,” katanya.
Baca Juga :GGRM Catat Dividen Tahun Buku 2025 Sebesar Rp1,539 Triliun, Pemegang Saham Terima Rp800 per Lembar
“Ini membuktikan bahwa image olahraga ini sudah tidak lagi menjadi sesuatu yang negatif, melainkan benar-benar olahraga prestasi, bukan tempat hiburan malam yang negatif,” tegas Dodon.
Mengemban amanah baru hingga tahun 2030, Dodon berkomitmen untuk terus menjaga marwah biliar sebagai olahraga prestasi.
Terlebih, POBSI Lamongan memiliki rekam jejak yang bagus dengan raihan medali di tingkat provinsi pada ajang sebelumnya.
Tugas pengurus baru kini adalah mempertahankan dan menambah pundi – pundi medali tersebut.
Untuk menjaga api kompetisi dan menjaring bibit unggul secara berkelanjutan, POBSI Lamongan telah menyiapkan program kerja strategis jangka panjang.
“Target kita ke depan, setiap tahunnya kita akan rutin menggelar turnamen resmi. Selain itu, kami juga menggagas sistem ‘arisan turnamen’ yang akan digelar bergilir dari satu rumah biliar ke rumah biliar lainnya di Lamongan,” bebernya.
Baca Juga :Tata Kelola MBG jadi Bahasan Khusus di Munas dan Konbes NU Ploso Mojo
Dodon juga mengapresiasi sinergi kuat dan dukungan luar biasa dari pihak penyedia fasilitas seperti Arena 805 Biliar, dan sponsor ang dinilai total memberikan support demi kelancaran acara.
Sinergi antara pengurus dan pemilik rumah biliar ini diharapkan menjadi kunci sukses pembinaan atlet Lamongan ke kancah yang lebih tinggi.
Menutup keterangannya, Dodon berharap rekan-rekan media ikut ambil bagian memberikan eksposur positif terhadap perkembangan olahraga biliar di Lamongan agar target besar daerah bisa tercapai.
“Sesuai slogan kita kali ini, harapan kami adalah sukses event, sukses prestasi untuk Lamongan,” pungkasnya.



















