Apabila seluruh proses perizinan berjalan sesuai jadwal, pembangunan fisik sekolah ditargetkan mulai dikerjakan pada Oktober 2026. Dengan demikian, fasilitas pendidikan tersebut diharapkan sudah dapat digunakan pada awal tahun 2027.
“Kami upayakan mulai dikerjakan pada Oktober 2026. Mudah-mudahan proses perizinan dan berbagai persiapan lainnya dapat segera selesai sehingga pembangunan fisik bisa segera dimulai,” katanya.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai salah satu program untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan. Sesuai arahan Kementerian Sosial, sekolah ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan mereka yang putus sekolah.
Proses penerimaan peserta didik baru direncanakan dimulai pada tahun ajaran 2027, setelah seluruh pembangunan selesai. Data calon siswa akan disesuaikan dengan basis data kemiskinan yang dimiliki Kementerian Sosial.
“Kami tegaskan bahwa kuota siswa Sekolah Rakyat akan diprioritaskan bagi anak-anak yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 serta anak putus sekolah,” pungkas Reni.



















