Selain itu, Kiai Aziz juga mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamongan selama tiga periode, mulai 2012 hingga masa khidmat yang seharusnya berakhir pada 2027.
Baca juga: Spesialis Curi Ponsel Sopir di Lamongan Dibekuk, Polisi Amankan 30 Handphone
Putra ketujuh almarhum, Muhammad Chusnul atau Gus Chusnul, menceritakan bahwa kondisi sang ayah sempat membaik setelah menjalani perawatan di rumah sakit sejak 1 Muharam. Namun, kesehatannya kembali menurun pada Kamis siang sebelum akhirnya wafat pada Jumat pagi.
Gus Chusnul mengenang adanya isyarat tak biasa dari sang ayah yang terus-menerus menanyakan hari Jumat sejak Selasa.
“Beberapa hari terakhir beliau terus bertanya kapan hari Jumat. Itu mulai hari Selasa. Mungkin karena biasanya beliau selalu menunaikan salat Jumat,” tuturnya.
Sebelum berpulang, Kiai Aziz sempat meninggalkan pesan mendalam bagi keluarga besar, terutama anak-anaknya, untuk selalu menjaga kerukunan dan kebersamaan.
“Beliau berpesan agar anak-anak tetap rukun. Bahkan sempat membahas rencana rapat keluarga untuk mengatur jadwal menjaga beliau di rumah setelah pulang dari rumah sakit,” pungkas Gus Chusnul.



















