“Yang penting telur bisa keluar dari kandang. Kalau ditahan terlalu lama juga tidak bisa karena kualitasnya akan menurun,” katanya.
Baca juga:Puluhan KDKMP di Ponorogo Terganjal Minim Lahan Pembangunan
Sarbini mengaku para peternak berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk membantu mengatasi kelebihan pasokan telur yang terjadi saat ini. Salah satu solusi yang diusulkan adalah penyelenggaraan bazar telur di berbagai kecamatan.
Melalui kegiatan tersebut, peternak berharap stok telur yang menumpuk dapat terserap oleh masyarakat sehingga mampu menekan potensi kerugian yang lebih besar.
“Kalau ada bazar, setidaknya bisa membantu mengurangi penumpukan telur di kandang sehingga peternak tidak semakin merugi,” pungkasnya.
Selain menghadapi turunnya harga jual, peternak juga masih dibebani kenaikan harga pakan yang menjadi komponen terbesar biaya produksi. Kondisi ini membuat margin usaha semakin menipis dan berpotensi mengganggu keberlangsungan usaha peternakan apabila berlangsung dalam waktu lama.



















