Bakar Daduk Tanpa Pengawasan, Lahan Tebu di Mojo Kediri Hangus dan Rugikan Petani Rp70 Juta

Petugas Damkar Pos Ngadiluwih padamkan api di lahan tebu Dusun/Desa Petok Kecamatan Mojo Kamis siang.
Petugas Damkar Pos Ngadiluwih padamkan api di lahan tebu Dusun/Desa Petok Kecamatan Mojo Kamis siang.(foto: istimewa)

“Bermula dari laporan warga yang melihat lahan tebu terbakar. Api cepat membesar karena pengaruh angin saat musim kemarau. Diduga ada aktivitas pembakaran daduk di lahan sebelah yang tidak diawasi sehingga api merembet ke lahan tebu milik korban,” jelasnya.

Baca juga:DP2KBP3A Kabupaten Kediri Minta Pengawasan Anak di Musim Liburan Lebih Ketat

Menerima laporan tersebut, petugas Damkar Pos Ngadiluwih langsung diterjunkan ke lokasi. Sebanyak lima personel dengan satu unit mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter dikerahkan untuk memadamkan api.

Read More

Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan kobaran api sehingga tidak meluas ke lahan lainnya.

Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, pemilik lahan harus menanggung kerugian cukup besar akibat rusaknya tanaman tebu yang seharusnya segera memasuki masa panen.

Pemerintah Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran limbah pertanian tanpa pengawasan, terutama saat musim kemarau yang rentan memicu kebakaran lahan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *