Sedangkan di Kabupaten Tulungagung sendiri, capaian CKG masih sekitar 29,35 persen dari total penduduk di Tulungagung yang sudah mengikuti program CKG.
Padahal target capaian CKG pada semester pertama tahun 2026 di Tulungagung seharusnya sudah mencapai sebanyak 35 persen.
Baca Juga :MPLS Digelar Tiga Hari Tanpa Perpoloncoan di SMP Negeri 2 Ngasem
“Makanya kami minta kerjasama dengan Dinkes Jawa Timur untuk melaksanakan program CKG agar capaian CKG di Jawa Timur bisa maksimal, utamanya di dapil saya yakni Tulungagung dan Blitar,” ungkapnya.
Minimnya capaian CKG, jelas Jairi, salah satunya karena program ini masih baru dan banyak masyarakat yang masih awam terhadap pelaksanaan program CKG.
Bahkan tidak sedikit warga yang takut untuk mengikuti program CKG karena masih banyak masyarakat datang ke fasilitas kesehatan saat sudah sakit.
Padahal seharusnya, masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan minimal enam bulan sekali untuk mencegah terjadinya penyakit dan ditangani sejak dini.
Dengan begitu, masyarakat bisa mendeteksi penyakit yang dideritanya sedini mungkin dan mendapatkan penanganan medis untuk pencegahan.
Baca Juga :SDN 2 Plandaan Tulungagung Dapat 2 Siswa Baru, Diduga ini Penyebabnya
“Kendalanya karena warga enggan, malu bahkan takut untuk CKG. Makanya harus sosialisasi terus-menerus agar masyarakat memiliki pandangan tentang pentingnya kesehatan,” pungkasnya.



















