“Kami minta agar pihak pabrik ditegur karena sudah merugikan masyarakat. Kami berharap ada solusi agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Penanggung Jawab Direktur Utama PDAM Lamongan, Syahril Muhammad Majidi, menjelaskan bahwa HIPAM Moronyamplung dikelola secara mandiri oleh masyarakat desa dan hingga kini belum menjalin kerja sama dengan PDAM Lamongan.
“HIPAM Moronyamplung belum bekerja sama dengan PDAM. HIPAM wilayah selatan yang sudah bekerja sama dengan PDAM adalah HIPAM Dusun Tempuran, Desa Puter,” kata Syahril, Kamis (16/7/2026).
Ia menegaskan, apabila HIPAM Moronyamplung menjalin kerja sama dengan pihak lain, hal itu berada di luar kewenangan PDAM.
“PDAM tidak ikut-ikutan jika HIPAM Moronyamplung ada kerja sama dengan pihak lain, karena itu bukan domain kami,” ujarnya.
Baca Juga :Musim Kemarau, Ratusan Kera Ekor Panjang Kembali Berkeliaran di Pasar Ngebel
Syahril juga memastikan kapasitas pasokan air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mojolagres masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, termasuk jika terjadi peningkatan konsumsi air.
“Pasokan air dari Mojolagres masih sangat mencukupi. Sehingga peningkatan pemakaian air bisa dipenuhi,” ungkapnya.
Terkait kebutuhan air bagi sektor industri di wilayah selatan Lamongan yang meliputi Kecamatan Mantup, Kembangbahu, dan Tikung, Syahril menyebut sejumlah perusahaan telah menjadi pelanggan resmi PDAM.
“Ada satu perusahaan makanan dan juga ada satu perusahaan packaging yang sudah menjadi pelanggan PDAM,” tuturnya.



















