Menurutnya, sebuah tim hanya bisa meraih kemenangan apabila setiap pemain memahami peran masing-masing serta mengutamakan kepentingan bersama dibanding kepentingan pribadi.
Baca juga:Desak Mediasi Segera Digelar, Buruh Korban PHK PT SGS Jombang Bertahan di Tenda Keprihatinan
Nilai-nilai tersebut, kata dia, sejalan dengan pendidikan pesantren dan menjadi bekal penting bagi santri dalam berorganisasi maupun mengabdi kepada masyarakat.
Gus Kikin juga mencontohkan keberhasilan sejumlah pemain muda dunia yang mampu bersaing di level tertinggi berkat latihan, kedisiplinan, dan kerja keras sejak usia dini.
“Semangat tersebut layak diteladani santri dalam mengembangkan potensi di bidang masing-masing,” katanya.
Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin berharap para santri dapat memanfaatkan kehadiran para ulama dan kiai dari berbagai daerah sebagai sarana memperluas wawasan sekaligus mengambil keberkahan ilmu.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi baik yang telah diwariskan pesantren, sembari tetap terbuka terhadap perkembangan zaman agar lulusan pesantren mampu menjawab tantangan masyarakat modern.
“Penting bagi kita untuk menjaga tradisi baik yang ada di pesantren, sembari tetap terbuka terhadap perkembangan zaman agar lulusan pesantren mampu menjawab tantangan masyarakat modern,” tuturnya.
Di akhir arahannya, Gus Kikin mengajak seluruh santri untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Nahdlatul Ulama serta masyarakat luas.
Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan santri menyongsong Muktamar ke-35 NU sekaligus meneguhkan peran pesantren sebagai pusat pengembangan ilmu, karakter, dan kepemimpinan generasi muda.


















