Aspek keamanan menjadi perhatian utama mengingat jumlah tamu yang diperkirakan mencapai sekitar 200 ribu orang selama pelaksanaan muktamar.
Baca juga:Truk Diduga Rem Blong Tabrak Motor dan Pejalan Kaki di Jombang, Dua Orang Tewas
Untuk mendukung pengamanan, panitia memasang sekitar 400 kamera pengawas (CCTV) di berbagai titik strategis. Sebanyak 50 unit CCTV ditempatkan di ruas jalan dalam kawasan pesantren untuk memantau arus kendaraan dan mobilitas pengunjung, sedangkan sisanya dipasang di gedung-gedung utama, termasuk ruang sidang dan lokasi komisi.
“Total ada sekitar 400 CCTV yang tersebar di sejumlah titik strategis. Seluruhnya terhubung dengan sistem pemantauan selama 24 jam sehingga aktivitas di kawasan muktamar dapat diawasi secara maksimal,” terang Gus Rozaq.
Pengamanan juga melibatkan personel gabungan dari unsur internal pesantren, Banser, GASMI, Pagar Nusa, serta dukungan aparat TNI dan Polri.
Menurutnya, kombinasi antara pengawasan elektronik dan pengamanan lapangan diperlukan karena jumlah pengunjung yang diperkirakan hadir jauh lebih besar dibanding aktivitas harian di lingkungan pesantren.
“Pengawasan elektronik dipadukan dengan pengamanan personel di lapangan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Terkait registrasi peserta maupun bakal calon pengurus, Gus Rozaq menegaskan bahwa seluruh proses tersebut menjadi kewenangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Panitia lokal hanya bertugas menyiapkan sarana dan prasarana pendukung.
Fasilitas yang disiapkan meliputi penginapan, kamar mandi dan toilet umum (MCK), transportasi, layanan kesehatan, hingga kebutuhan logistik lainnya.
Berdasarkan informasi PBNU, jumlah peserta resmi yang memiliki mandat dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) maupun Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) diperkirakan mencapai sekitar 3.300 orang.
Selain peserta dari dalam negeri, muktamar juga akan dihadiri delegasi internasional melalui Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari sejumlah negara, di antaranya Maroko, Mesir, Suriah, Arab Saudi, dan Nigeria.
“Kami juga menyiapkan kebutuhan akomodasi bagi tamu dari luar negeri. Untuk data kedatangan maupun registrasi, seluruhnya tetap menunggu informasi resmi dari PBNU,” pungkas Gus Rozaq.



















