Petugas kemudian menggali keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran itu, dimana aktivitas membakar ikan selesai sekitar pukul 13.00 WIB.
Baca Juga :Satlantas Polres Kediri Terima Penghargaan dari Polda Jatim, ini Katagorinya
Waktu itu, pekerja di sana mengira jika bara arang pada tungku sudah padam, namun arang bekas pembakaran itu kembali menyala malam harinya.
“Tempat pengasapan ikan ini terakhir beroperasi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu dikira bara api pada arang pembakaran sudah padam, ternyata masih menyala,” ungkapnya.
Setelah bara arang kembali menyala, jelas Bambang, bara arang itu memunculkan api yang langsung menjalar pada tumpukan kayu yang sudah kering hingga api semakin membesar.
Akibatnya, api yang sudah membesar itu kemudian membakar sebagian bangunan tempat pengasapan ikan tersebut.
Dampak yang ditimbulkan dari peristiwa kebakaran ini menyebabkan semua peralatan pengasapan ikan, tumpukan kayu untuk pengasapan dan bangunan tempat pengasapan ikan rusak akibat terbakar.
Baca Juga :Pengguna Sabu di Ngronggot Diamankan, Barang Bukti Disimpan di Bawah Meja Dapur
Kerugian yang ditimbulkan dari peristiwa kebakaran ini ditaksir mencapai Rp5 juta dan tidak ada korban jiwa.
“Kebakaran ini termasuk berskala sedang. Pemilik tempat pengasapan ikan menaksir jika kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp5 juta,” pungkasnya.



















