APBN Kediri Raya Bertahan di Tengan Tekanan, Kredit Program Tumbuh 18,73 Persen

APBN Kediri Raya Bertahan di Tengan Tekanan, Kredit Program Tumbuh 18,73 Persen

Baca Juga :Genjot Pendapatan, Mas Ipin Dorong BUMD di Trenggalek untuk Kreatif dan Inovatif

Dari sisi belanja negara, realisasi APBN di Kediri Raya telah mencapai sekitar 55 persen atau sebesar Rp4,093 triliun.

Belanja pegawai terealisasi Rp642,88 miliar, belanja barang Rp281,93 miliar, dan belanja modal Rp40,16 miliar.

Read More

Sementara belanja bantuan sosial yang dialokasikan untuk UIN Syekh Wasil hingga akhir Juni belum terealisasi.

Berdasarkan wilayah, Kabupaten Trenggalek mencatat persentase serapan anggaran tertinggi sebesar 11,75 persen, diikuti Kabupaten Kediri 11,24 persen, Kabupaten Nganjuk 10,36 persen, dan Kota Kediri 10,15 persen.

Di sisi lain, penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) masih mengalami kontraksi 13,86 persen secara tahunan, sementara Dana Insentif Fiskal belum terealisasi.

Di tengah perlambatan tersebut, penyaluran kredit program tetap menjadi salah satu indikator yang menunjukkan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga :Petugas Lapas Kelas 2B Blitar Gagalkan Penyelundupan Pil Dobel L, ini Modusnya

Hingga Juni 2026, jumlah debitur kredit program mencapai 63.252 orang atau tumbuh 3,31 persen dibandingkan tahun lalu, dengan total penyaluran Rp2,970 triliun atau meningkat 18,73 persen.

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp2,902 triliun kepada 51.280 debitur. Meski jumlah debiturnya turun 1,83 persen, nilai penyaluran justru meningkat 19,02 persen secara tahunan.

Sementara pembiayaan Ultra Mikro (UMi) disalurkan sebesar Rp59,88 miliar kepada 11.972 debitur dengan pertumbuhan jumlah debitur 10,19 persen dan kenaikan nilai penyaluran sebesar 6,07 persen.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *