Layanan ini didukung tim medis, empat ambulans, satu mobil klinik, serta 3.200 paket minyak angin aromaterapi dan vitamin.
“Kami menyiagakan layanan kesehatan agar peserta yang membutuhkan pemeriksaan, pengobatan, maupun respons medis dapat memperoleh layanan dengan cepat,” papar Sodik.
“Kami juga membuka posko ngopi selama 24 jam sebagai tempat beristirahat bagi peserta di sela-sela mengikuti rangkaian muktamar,” imbuhnya.
Selain itu, BAZNAS meluncurkan Program Beasiswa Santri BAZNAS 2026 di Pondok Pesantren Alwahabiyah, Jombang. Program ini ditujukan untuk mendukung keberlanjutan pendidikan dan pengembangan santri di berbagai daerah di Indonesia.
“Melalui Beasiswa Santri, BAZNAS ingin memastikan para santri memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensinya. Ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS agar manfaat zakat juga hadir melalui bidang pendidikan,” pungkasnya.
Menurutnya, BAZNAS juga menghadirkan layanan pengelolaan sampah di area Muktamar yang mencakup edukasi kebersihan, pemilahan, pengumpulan, hingga pengelolaan sampah.
Layanan ini melibatkan 200 relawan IPNU dan mustahik untuk mendukung pelaksanaan Muktamar yang bersih dan sehat.
“Dukungan BAZNAS dalam Muktamar NU ke-35 merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam dan menghadirkan manfaat zakat secara luas,” tutup Sodik.



















