Merespons melonjaknya angka korban, Kepolisian Sektor (Polsek) Kabuh mulai mengusut tuntas peristiwa tersebut. Polisi membidik seluruh rantai pasok makanan, mulai dari bahan baku hingga proses distribusi ke sekolah.
Kapolsek Kabuh, AKP Muhammad Yogie Pratama, menyatakan pihaknya tengah menggali keterangan intensif dari manajemen sekolah serta penanggung jawab dapur SPPG Mangunan.
“Kami menggali informasi lebih dalam dengan menggandeng pihak sekolah dan kepala dapur SPPG. Kami menelusuri dari mana asal bahan makanan serta bagaimana jalur distribusinya,” ujar AKP Yogie.
Yogie membeberkan, hidangan MBG yang dibagikan kepada para pelajar pada Rabu lalu terdiri dari nasi putih, udang saus padang, tahu susu, tumis wortel sawi, brokoli, dan pepaya. Kepolisian baru menerima laporan resmi dari pihak sekolah pada Kamis pagi setelah puluhan siswa mengeluh sakit perut bersamaan.
Di sisi lain, Kepala SPPG Mangunan, Chakra Risky Fortuna, berkilah bahwa proses pengolahan makanan di dapurnya telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Dari total 2.899 paket makanan yang diproduksi untuk berbagai sekolah, kasus keluhan kesehatan hanya muncul dari SMPN 1 Kabuh yang memuat kuota 689 siswa.
“Dugaan sementara kami memang mencurigai menu olahan udang. Namun saat dimasak, udang tersebut masih dalam kondisi segar dan tidak berbau. Kami menyerahkan sepenuhnya pada hasil uji laboratorium,” tandas Chakra.


















