Kasus ini sendiri mencuat setelah ratusan calon jemaah umrah dikoordinasikan KBIHU Muslimat Jombang gagal terbang sesuai jadwal pada akhir Agustus 2026. Meski sempat diberangkatkan secara bertahap pascamediasi, masalah berlanjut saat jemaah berada di Arab Saudi akibat ketiadaan tiket kepulangan.
Gus Irfan membeberkan bahwa sebagian jemaah terpaksa membiayai sendiri kepulangannya ke Tanah Air lantaran tidak ada kepastian dari manajemen PT Anissa Ahmada Travelindo.
“Semalam ada 53 jemaah yang terbang pulang memakai uang sendiri. Lalu pagi harinya ada 29 jemaah lagi yang juga terpaksa membeli tiket pulang dengan biaya pribadi,” bebernya.
Merespons temuan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah mengambil langkah tegas dengan memblokir total akses pendaftaran PT Anissa Ahmada Travelindo dalam Sistem Komputerisasi Pengelolaan Padu Umrah dan Haji Khusus (Sisko Patuh).
“Akses mereka di Sisko Patuh sudah kami tutup total. Mereka tidak bisa lagi mendaftarkan calon jemaah baru maupun menginput data perjalanan ibadah,” tegas Cucu Pendiri NU Tebuireng tersebut.
Saat ini, Inspektorat dan Direktorat Jenderal terkait bersama aparat penegak hukum tengah mengusut dugaan pelanggaran tindak pidana serta mengkaji opsi pencabutan izin operasional travel secara permanen.
Baca juga:Menanti Kabar Gondham ABK KM Virgo Transport 8 Asal Jombang, Sang Anak Terus Panggil Papanya
Sebagai langkah preventif ke depan, Kementerian Haji dan Umrah tengah mengkaji regulasi baru terkait skema penampungan dana umrah melalui rekening khusus (escrow account) yang berada di bawah pengawasan pemerintah agar dana masyarakat tidak disalahgunakan.



















