Ikhtiar Hadapi Kemarau Panjang, Warga Bareng Jombang Gelar Tradisi Memandikan Kucing Condromowo

Prosesi memandikan kucing belang telon menggunakan air dawet dan air kembang di tengah sawah Dusun Banjarsari, Desa/Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Minggu (25/10/2026).
Prosesi memandikan kucing belang telon menggunakan air dawet dan air kembang di tengah sawah Dusun Banjarsari, Desa/Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Minggu (25/10/2026).(foto: istimewa)

Kang Mijek menerangkan, penggunaan air dawet melambangkan filosofi udari barang sing ruwet (mengurai segala persoalan yang rumit) agar kegelisahan warga terobati. Sementara topeng genderuwo melambangkan privasi ketulusan doa antara manusia dengan Sang Pencipta.

Ritual unik ini disempurnakan dengan tarian tradisional Kuda Lumping dan Tari Topeng Genderuwo sebagai sarana tolak bala. Konon, tradisi memandikan kucing ini menjadi satu dari tiga tradisi langka di Jawa untuk memanggil hujan selain tari Ujung dan wayang lakon Pecahe Watugunung.

Baca juga:Diduga Ada Keterlibatan Mafia Tanah, Puluhan Warga Kedungpapar Jombang Unjuk Rasa Tolak Terbitnya 62 SHM

Read More

“Dalam ajaran Jawa kuno, kucing dianggap hewan sakral penyeimbang alam yang tidak suka mandi. Ketika kucing dimandikan, ada asumsi spiritual agar keseimbangan alam tergerak dan hujan segera turun,” pungkas Kang Mijek.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *