Blitar, SEJAHTERA.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar bakal aktif sosialisasi ke pedagang takjil bahaya penggunaan pewarna. Ini dilakukan agar pembeli atau konsumen, utamanya selama puasa Ramadan, terjamin kesehatannya.
Sosialisasi itu menyusul ditemukannya minuman yang diduga mengandung zat berbahaya berupa pewarna tekstil atau rodhamin. Zat itu ditemukan ketika BPOM sidak ke pasar takjil di Kota Blitar dua hari lalu.
“Intinya kami akan lebih sosialisasi ke pedagang. Agar memperhatikan soal minuman yang hendak dijual. Harus aman,” kata Kepala Dinkes Kota Blitar dr Dharma Setiawan, Kamis (14/3).
Dia mengatakan setiap Ramadan para pedagang berburu rezeki dengan menjual makanan dan minuman di pasar takjil. Para pedagang berjualan di sejumlah lokasi. Termasuk di antaranya di Jalan Kenanga.
Dinkes sendiri menindaklanjuti dengan rutin sosialisasi bahkan menggandeng BPOM untuk sidak mamin. “Ini dilakukan untuk menjamin mamin yang dijual sehat,” katanya.
Sementara itu, Dinkes yang menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri sidak mamin di pasar takjil pada Rabu (13/3). Hasilnya dari belasan mamin yang dicek, tiga di antaranya diduga mengandung zat rodhamin yang biasa digunakan pewarna tekstil.



















