Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Tulungagung mulai menyebabkan kekeringan yang meluas di Kabupaten Tulungagung.
Baca Juga :Lowongan CPNS Baru Ditutup, Ratusan Pendaftar Dinyatakan Gugur, ini Kata BKPSDM Ponorogo
Bahkan diketahui jika ribuan jiwa terdampak atas kondisi kekeringan yang terjadi di Tulungagung.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Robinson Nadeak mengatakan, berdasarkan data miliknya, kondisi kekeringan di Tulungagung mulai meluas. Pasalnya pada akhir Agustus 2024, hanya ada sembilan desa dari enam kecamatan yang mengalami kekeringan.
Baca Juga :Delapan Dusun di Kabupaten Trenggalek Raih Sertifikat Proklim Utama KLHK
Namun saat ini, jumlahnya semakin meluas dan sudah 13 desa dari delapan kecamatan Kabupaten Tulungagung melaporkan bencana kekeringan. BPBD sudah mengirimkan sebanyak 115 truk tangki yang berisi air bersih untuk membantu warga terdampak kekeringan.
“Kami perhari rata-rata mengirimkan empat truk tangki ke desa-desa yang terjadi kekeringan. Satu truk tangki itu totalnya 5000 liter. Saat ini kami total sudah mengirimkan 115 truk tangki,” kata Robinson Nadeak, Rabu (11/9/2024).



















