Tulungagung, SEJAHTERA.CO –Pemuda di Kabupaten Tulungagung mengancam membunuh ibu kandungnya sendiri hanya karena masalah sepele. Pasalnya, pemuda tersebut kerap kali meminta dibelikan motor dan sejumlah uang kepada ibunya yang mana permintaan tersebut tidak pernah dituruti.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mujiatno mengatakan, pemuda yang berhasil diamankan usai mengancam hendak membunuh ibunya itu yakni MAK (21) warga Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.
Awalnya pada 23 September 2023 sekitar pukul 17.00 WIB, pelaku dan kakaknya sempat berselisih.
Ibunya yang mengetahui perselisihan itu lantas mencoba untuk melerai perselisihan kedua anak kandungnya. Tetapi amarah pelaku tetap memuncak. Bahkan pelaku nekat mengacungkan linggis kepada kakaknya dan mengancam akan memukulkan linggis tersebut ke kepala kakaknya.
“Beruntung akhirnya ibu pelaku berhasil melerai pertikaian kedua anaknya itu. Pertikaian itu karena pelaku memaksa ibunya untuk membelikan sepeda motor, sang kakak tidak suka dengan cara pelaku memaksa ibunya, sehingga terjadi pertikaian,” kata Iptu Mujiatno, Kamis (19/10/2023).
Beberapa waktu berselang, jelas Mujiatno, tepatnya pada Senin (2/10/2023) sekitar pukul 10.00 WIB, pelaku kembali memaksa ibunya untuk membelikan sepeda motor.
Tidak hanya minta dibelikan sepeda motor, pelaku juga meminta sejumlah uang kepada ibunya dengan mengacungkan sebilah celurit.
Diketahui, pemuda tak berbakti itu meminta Honda PCX berharga puluhan juta, serta meminta uang dengan nominal Rp 20 ribu untuk membeli rokok. Lagi-lagi, ibu pelaku tidak memberikan apa yang pelaku minta, mengingat dia tidak mampu membelikan sepeda motor itu.
“Pelaku terus meminta kepada ibunya untuk dibelikan sepeda motor dan uang dengan berbagai ancaman mulai pakai balok kayu hingga pisau, dan setiap tidak dituruti selalu marah. Dia pernah menganiaya ibunya dengan melempar batu yang menyebabkan matanya lebam,” jelasnya.
Puncaknya, ungkap Mujiatno, pada Kamis (12/10/2023) yang mana saat itu ibu pelaku sedang berada di ruang tamu tiba-tiba dihampiri oleh pelaku. Saat itu, pelaku membawa senjata tajam jenis parang dan meminta untuk dibelikan sepeda motor idamannya serta meminta sejumlah uang kepada ibunya.



















