Serangan Tawon Vespa dan Ular Masuk Rumah Meningkat, Hingga September PMKP Tulungagung Evakuasi 335 Sarang Tawon

Serangan Tawon Vespa dan Ular Masuk Rumah Meningkat, Hingga September PMKP Tulungagung Evakuasi 335 Sarang Tawon

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Serangan tawon vespa dan ular yang masuk ke rumah warga di Kabupaten Tulungagung tahun ini mengalami peningkatan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamata (PMKP) mencatat evakuasi 335 Sarang Tawon hingga september 2023.

Selain karena kondisi alam, diyakini banyaknya temuan kasus serangan tawaon vespa atau ular karena banyak masyarakat yang semakin sadar untuk melapor.

Kasi Operasi dan Pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan (PMKP) Kabupaten Tulungagung, Bambang Pidekso mengatakan, sampai dengan bulan September 2023 kasus evakuasi sarang tawon vespa dan ular masuk rumah di Tulungagung mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Read More

Adapun evakuasi sarang tawon vespa sendiri, sejak Januari 2023 sampai dengan September 2023 sudah ada sebanyak 335 sarang tawon. Sedangkan pada tahun 2022 kemarin, evakuasi sarang tawon vespa yang dilakukan evakuasi hanya sebanyak 205 kasus saja.

“Untuk evakuasi sarang tawon vespa tahun ini memang mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yakni dari 205 kasus naik menjadi 335 kasus dan diprediksi masih akan bertambah,” kata Bambang Pidekso, Minggu (24/9).

Menurut Bambang, kebanyakan sarang tawon vespa ditemukan pada atap rumah dan mengganggu warga. Selain pada bagian atap, beberapa kasus juga ditemukan sarang tawon vespa berada di dalam sound system milik warga.

Menurut Bambang, apabila dibiarkan, tentu tawon vespa akan membahayakan warga lantaran sengatannya bisa menyebabkan kelumpuhan atau bahkan meninggal dunia bagi yang memiliki alergi. Kendati demikian, beruntung warga semakin peduli dan meminta bantuan damkar untuk melakukan evakuasi.

“Karena sangat berbahaya, kami evakuasi dengan cara membakar sarang tawon vespa. Bahkan beberapa petugas kami juga sempat tumbang akibat sengatan tawon vespa,” jelasnya.

Selain serangan tawon vespa, pada tahun ini serangan ular masuk rumah warga juga mengalami peningkatan dibanding tahun 2022. Diketahui kebanyakan ular yang masuk ke rumah warga merupakan ular berjenis phyton yang tentunya tidak memiliki bisa, namun tetap berbahaya.

Sampai dengan September 2023 sudah ada 60 kasus ular masuk rumah warga dan sudah di evakuasi oleh Damkar Tulungagung. Padahal sepanjang tahun 2022 saja, hanya ada 24 kasus ular yang masuk ke rumah warga yang dilakukan evakuasi oleh petugas.

“Kebanyakan ular masuk rumah ini karena mengejar mangsanya yakni tikus. Makanya kami himbau agar masyarakat menjaga kebersihan rumahnya,” pungkasnya.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri

Editor : Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *