Soal Dugaan Pengurus Ponpes di Trenggalek Hamili Santriwati, ini Kata Polisi

Soal Dugaan Pengurus Ponpes di Trenggalek Hamili Santriwati, ini Kata Polisi
Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Zainul Abidin (tengah) (angga/sejahtera.co)

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Penyidik Satreskrim Polres Trenggalek terus mendalami dugaan pengurus sebuah pondok pesantren di Kabupaten Trenggalek menghamili santriwati.

Baca Juga :Hari Pertama Ngantor, ini Pesan Pjs Bupati Ponorogo

Kasus dugaan pengurus pondok pesantren hamili santriwati itu menjadi perhatian publik, mengingat dugaan tindakan asusila itu melibatkan seorang tokoh agama di Bumi Menak Sopal, sebutan lain Kabupaten Trenggalek.

Read More

Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Zainul Abidin saat dikonfirmasi media membenarkan adanya dugaan kasus itu. Pihaknya mengaku sudah mendapatkan laporan resmi terkait dugaan pengurus pondok pesantren hamili santriwati, dari pihak keluarga yang disebut merupakan wali murid dari korban.

“Kami sudah menerima laporan polisi dan kini tengah bekerja keras untuk mengungkap dugaan kasus itu,” kata Zainul di Mapolres Trenggalek.

Baca Juga :Mobil Hiace Terobos Portal Jalur Klemuk Kota Batu, Begini Nasibnya

Kepolisian, lanjut Zainul, telah meminta keterangan para saksi serta mengumpulkan bukti untuk mengungkap dugaan kasus itu. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat dasar hukum yang akan digunakan untuk menangani dugaan perkara tersebut.

“Dalam tahap awal penyelidikan, kami telah memeriksa sejumlah saksi untuk memperoleh informasi yang mendalam,” imbuhnya.

Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi soal penetapan tersangka dalam dugaan kasus itu.

Baca Juga :Bawaslu Ponorogo Gelar Deklarasi Damai Pilkada 2024, Para Paslon Sepakat Jaga Kondusifitas

Pihaknya menyebut masih melakukan pendalaman kasus itu secara utuh sehingga terkuat fakta-fakta di lapangan untuk mengungkap kasus yang kini menjadi perhatian publik tersebut.

“Tim masih bekerja di lapangan untuk mengungkap seterang-terangnya dugaan kasus itu,” pungkasnya.

Laporan polisi itu bermula adanya pengakuan dari seorang santriwati di sebuah ponpes Trenggalek yang hamil hingga melahirkan bayi berusia lebih dari dua bulan.

Baca Juga :Masa Kampanye, Bawaslu Kabupaten Blitar Minta Seluruh Instansi Copot Baliho Bergambar Petahana

Orang tua korban berinisial WT warga Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek itu geram hingga melaporkan peristiwa itu saat mendengar pengakuan dari anaknya.

Beberapa waktu sebelumnya, WT mengungkap kepada media bahwa pengurus pondok disebut-sebut sebagai orang yang bertanggungjawab atas kehamilan putrinya.

Namun pihaknya belum mendapatkan itikad baik dari pihak pondok. Beberapa upaya mediasi-pun tak membuahkan hasil.

Baca Juga :Si Nara Singa dan Si Jali Akan Dikirabkan di 26 Kecamatan, KPU Targetkan Partisipasi Pemilih 75 Persen

Bahkan, pihak keluarga bersama warga sekitar yang geram sempat meluruk pondok pesantren tempat putrinya belajar untuk meminta pertanggungjawaban.

Namun lagi-lagi dalam aksi itu pihaknya tidak ditemui oleh pihak pondok. Bahkan dalam aksi kedua yang dilakukan di balai desa setempat, lagi-lagi pihak pondok tak merespons.

Orang tua korban itu mengaku ingin mendapatkan keadilan dan berharap kasus itu segera terungkap.

Baca Juga :Perajin Kendang Jimbe Terus Bertahan, Heru Susanto: Terkendala Bahan Baku, Sempat Ekspor ke Tiongkok

Apalagi, dugaan kasus itu diduga melibatkan seorang tokoh agama sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat, mengingat tak sedikit warga Kabupaten Trenggalek yang menempuh pendidikan agama di pondok pesantren tersebut.

“Saya ingin proses hukum berjalan dengan adil dan pelaku segera ditemukan serta diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata dia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *