Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pelaksanaan debat publik pertama pasangan calon (paslon) Pilkada 2024 di Kabupaten Tulungagung yang diikuti keempat paslon bupati dan wakil bupati dinilai masih kurang memuaskan.
Baca Juga :Ungkap Peredaran Okerbaya, ini yang Diamankan Satresnarkoba Polres Nganjuk
Pasalnya, keempat paslon Pilkada 2024 di Kabupaten Tulungagung itu masih terpaku pada teks yang dibawanya, ditambah lagi gagasan yang disampaikan keempat paslon sangat mirip.
Pengamat Komunikasi Politik, Kampus UIN SATU Tulungagung, Elis Yusniawati mengatakan, pada pelaksanaan debat publik pertama paslon Pilkada 2024 di Kabupaten Tulungagung, keempat paslon yang hadir masih terpaku pada teks.
Bahkan hal itu bisa terlihat saat proses pembacaan visi-misi masing-masing paslon. Hal ini tentu cukup disayangkan karena seharusnya keempat paslon yang hadir mampu menguasai materi yang dibawakannya.
Hal itu agar bisa meyakinkan masyarakat jika mereka sudah siap dengan program yang diusung. Dengan begitu masyarakat bisa menilai jika program yang diusung sudah disiapkan dengan matang.
Baca Juga :Dua Kubu Cabup-Cawabub Paparkan Soal Kesenjangan Digital di Dunia Pendidikan
“Debat publik pertama kemarin, keempat paslon masih terpaku pada teks, baik itu saat pembacaan visi-misi maupun saat saling lempar pertanyaan. Padahal seharusnya, hal itu tidak dilakukan agar mereka terlihat menguasai materi dan siap dengan program yang diusung,” kata Elis Yusniawati, Minggu (27/10/2024).
Selain membaca teks, ungkap Elis, pihaknya juga menyoroti terkait gagasan yang diusung oleh keempat paslon tersebut yang relatif hampir sama baik itu soal pendidikan, kesehatan dan lain-lain.
Baca Juga :Jurnalis TV Keluhkan Sulitnya Peliputan di Polres Jombang
Bahkan paslon nomor urut 1 dan 3 memiliki gagasan yang sangat mirip, yang kemungkinan karena mereka petahana.
Namun jika dinilai secara substansi, pihaknya merasa jika dari keempat paslon ini justru paslon nomor urut 4 yang dianggap lebih masuk akal dibandingkan keempat paslon lainnya.



















