Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Selebritis Instagram (Selebgram) inisial JPS (28) warga Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung yang terjerat kasus promosi judi online selesai menjalani sidang tuntutan.
Baca Juga :Pilkada 2024, Ratusan Warga Binaan Tak Bisa Mencoblos, Ini Penjelasan KPU Kabupaten Blitar
Berdasarkan hasil sidang tersebut, terdakwa akhirnya dijatuhi hukuman 1,5 tahun penjara.
Kasi Intelejen, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung, Amri Rahmanto Sayekti mengatakan, tuntutan terdakwa JPS dilayangkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke majelis hakim.
Selama persidangan berlangsung, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan turut terlibat dalam penyebaran konten perjudian di Tulungagung.
Itu karena, terdakwa terbukti mempromosikan website judi online melalui akun media sosial pribadinya yang disebarkan pada pengikutnya.
“Kemarin terdakwa JPS sudah menjalani sidang tuntutan, dan kami melalui JPU sudah melayangkan tuntutan kepada majelis hakim untuk hukuman yang diterima terdakwa,” kata Amri Rahmanto Sayekti, Minggu (27/10/2024).
Pada sidang tersebut, JPU menuntut terdakwa untuk dihukum pidana penjara selama satu tahun enam bulan (1,5 tahun) dan denda senilai Rp 10 juta subsider tiga bulan penjara.
Baca Juga :Pabrik Pakan Ternak di Jombang Terbakar, Ini Penyebabnya
Hal itu berarti, jika terdakwa tidak membayar denda senilai Rp 10 juta itu, maka terdakwa harus menjalani pidana penjara selama tiga bulan sebagai pengganti denda yang tidak dibayarkan.
Dengan begitu, hukuman yang diterima terdakwa menjadi pidana penjara selama satu tahun sembilan bulan.
“Kami berharap agar Majelis Hakim mempertimbangkan tuntutan kami dan memberikan hukuman terhadap terdakwa seperti tuntutan yang dilayangkan JPU,” ungkapnya.
Baca Juga :Surat Suara untuk Pilbup Ponorogo Datang, Ketua KPU: Dijaga 24 Jam
JPS terpaksa menjalani hukuman setelah diringkus Polres Tulungagung lantaran terlibat kasus promosi judi online melalui media sosialnya. Intensitas promosi terdakwa cukup tinggi dengan rata-rata ungggahan dua video story dan dua video reels setiap harinya.
Diketahui, konten yang diposting terdakwa itu tentunya merupakan konten yang berisikan website judi online, dimana dari melakukan promosi ini, terdakwa mampu meraup keuntungan senilai Rp 25 juta.
Uang tersebut diketahui ditransfer langsung oleh admin judi online langsung ke rekening pribadi milik terdakwa.
Baca Juga :Melintang di Jalan Desa, Ular Piton Ditangkap Warga Kalipang Grogol, Begini Ceritanya
“Atas kasus ini, terdakwa melanggar Pasal 45 Ayat 3 junto Pasal 27 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Indang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik junto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Kuhp dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” pungkasnya.



















