Madiun, SEJAHTERA.CO – Acara pengajian dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024 yang diadakan paslon Maidi-Panuntun di Jalan Merpati, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun pada Jumat (25/10/2024) malam, berbuntut panjang.
Baca Juga :Hilang saat Ngopi, Motor Pemred Surat Kabar di Jombang Akhirnya Ditemukan
Pasalnya, acara pengajian peringatan HSN tersebut berbuah laporan yang dilakukan oleh tim pemenangan pasangan calon (paslon) Walikota Madiun dan Wakil Walikota Madiun, Bonie Laksmana dan Bagus Rizky Dirnawan (Bonus) ke kantor Bawaslu Kota Madiun.
Tim pemenang paslon Bonus melaporkan adanya dugaan politik uang pada acara pengajian peringatan HSN yang menghadirkan dai kondang asal Bojonegoro tersebut.
Baca Juga :HUT ke-73 Humas Polri, Sihumas Polres Madiun Gelar Kegiatan Donor Darah
Sukriyanto ketua tim pemenangan Bonus mengatakan jika dalam acara tersebut, telah terjadi dugaan politik uang. Hal itu terungkap, berdasarkan video kegiatan yang beredar di media sosial.
“Yang kita laporkan adalah penyebaran uang yang dilakukan oleh Pak Kiai, itu kan kelihatan dalam video sumber uangnya dari mana, ada juga dari paslon,” ujar Sukriyanto, Selasa (29/10/2024).
Ia juga menambahkan ada keterlibatan anak-anak dalam acara tersebut, yang seharusnya tidak boleh dilibatkan dalam acara kampanye meskipun dibungkus dengan acara pengajian.



















