Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek melakukan simulasi pemungutan suara. Langkah itu dilakukan untuk meminimalisir potensi kesalahan sehingga mengakibatkan terjadinya Pemungutan Suara Ulang (PSU).
Baca Juga :Ketua MWCNU Bandarkedungmulyo Wafat, Warga NU di Jombang Berduka
Ketua KPU Trenggalek, Istatiin Nafiah mengatakan, dalam simulasi itu dilakukan praktik langsung step by step mulai dari prapemungutan, pemungutan suara hingga penghitungan suara. Termasuk penanganan teknis apabila ada pemilih yang mengalami gangguan kesehatan saat menyalurkan hak suaranya.
“Karena regulasi pemungutan suara kan baru diundangkan, kalau sekedar membaca tidak 100 persen tuntas. Kalau dengan simulasi akan lebih mudah dipahami,” kata Iin sapaan akrabnya.
Baca Juga :Target PBB Kota Blitar Rp 14 Miliar, Tercapai Rp 14,7 Miliar
Selain itu, dalam simulasi pemilihan bupati dan wakil bupati Trenggalek serta pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim 2024 itu, lanjut Iin, sekaligus untuk memantapkan kesiapan.
Dengan kesiapan yang mantap otomatis meminimalisir potensi kesalahan yang mengakibatkan PSU.
“Dengan simulasi ini membuat lebih paham, tidak hanya untuk penyelenggara, namun juga untuk pemilih,” imbuhnya.



















