Blitar, SEJAHTERA.CO – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar langsung pasang badan. Usai ditemukan kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK, menyiapkan ribuan dosis vaksin.
Baca Juga :Ribuan Status Janda dan Duda Muncul Imbas Faktor Ekonomi
Hal itu diungkapkan Kepala DKPP Kota Blitar drh. Dewi Masitoh. Dia mengakui saat ini pihaknya tengah gencar antisipasi penyebaran PMK. Salah satunya dengan menyiapkan 3 ribu dosis vaksin yang siap disuntikkan ke hewan berkaki empat itu.
“Persiapan ini sebagai antispasi agar PMK tak menyebar parah. Karena Kota Blitar lalulintas hewan juga tinggi,” kata Dewi Masitoh, Jumat (3/1/2025).
Dia mengatakan, Kota Blitar lalu lintas ternak tinggi karena ada pasar hewan terbesar. Yakni Pasar Hewan Dimoro. Pasar ini ketika hari pasaran didatangi penjual dari berbagai daerah.
Baca Juga :Pikap Bermuatan Sengon Terguling, Muatan Tumpah, Jalur Lumpuh Sementara
Tak hanya dari Kota Blitar tetapi juga dari daerah tetangga lain, seperti Kabupaten Blitar. Nah atas dasar itulah, gencar turun lapangan. Ketika hari pasaran hewan, menurunkan petugas untuk cek kondisi sapi. “Mudah-mudahan PMK bisa ditekan penyebarannya,” katanya.
Dia mengakui, terbaru pihaknya menemukam ada tiga ekor sapi yang terindikasi menderita PMK. Selain itu 1 ekor terindikasi terkena lumpy skin disease atau LSD alias penyakit bentol di kulit.



















