Belakangan diketahui jika, sapi berasal dari luar Kota Blitar. “Nah dengan adanya kasus ini vaksinasi semakin kami giatkan. Vaksinasi digelar enam bulan sekali,” jelasnya.
Baca Juga :Kunjungan Wisata Menurun, Ini Catatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek
Perempuan berhijab ini menambahkan, sebenarnya untuk sapi-sapi di Kota Blitar mayoritas sudah terpenuhi vaksinnya. Bahkan sudah mendapatkan vaksin selama dua kali.
Tetapi itu perlu dimasifkan lagi dengan harapan agar sapi-sapi asal Kota Blitar kebal serangan penyakit. Untuk sapi luar kota yang kebetulan ada di pasar hewan, juga bakal diperiksa nantinya.
Ketika ditemukan positif PMK, diminta untuk dibawa pulang dan dirawat sampai sembuh. “Kuncinya jaga kebersihan kandang dan sapi sendiri. Nutrisi makanan juga diperhatikan,” katanya.
Baca Juga :PMK Menjangkit 157 Ternak, Data Dispertahankan Ponorogo: 1 Mati Mendadak, 2 Potong Paksa
Dia menambahkan lagi, sebulan lalu atau Desember 2024, sama seperti di daerah-daerah lain, di Kota Blitar juga ditemukan delapan kasus PMK. Satu ekor di antaranya mati karena kondisinya sudah parah.
Pasca-kejadian, DKPP Kota Blitar menurunkan tim untuk pendampingan dan pengobatan. Saat ini sapi yang sebelumnya terpapar, sudah sembuh sedia kala.



















