Harga Cabai Melambung, KTNA Jatim: Seharusnya Ada Inovasi Pemerintah

Harga Cabai Melambung, KTNA Jatim: Seharusnya Ada Inovasi Pemerintah
Sumrambah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Timur. (istimewa)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Musim hujan yang berlangsung sejak akhir tahun berdampak pada harga cabai di pasar tradisional, termasuk di Kabupaten Jombang.

Baca Juga :Empat Dugaan Korupsi Naik Penyidikan, Kejari Kabupaten Kediri Komitmen Selesaikan Kasus

Harga cabai rawit di Kabupaten Jombang yang melambung hingga Rp75.000 – Rp80.000 per kilogram memaksa warga harus mengencangkan ikat pinggang, bahkan sebagian terpaksa beralih membeli cabai rusak.

Read More

Fenomena ini pun mengundang perhatian Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Timur, Sumrambah. Ia menyoroti bagaimana musim penghujan selalu menjadi momok bagi para petani cabai.

“Ini kan musim hujan. Saat seperti ini, tanaman cabai rentan mengalami kerusakan karena terjadi water logging, atau kondisi ketika tanah terlalu jenuh oleh air,” ujar Sumrambah saat ditemui pada Minggu (5/1/2025) siang.

Baca Juga :Ratusan Anggota Kapolres Nganjuk Naik Pangkat 

Ia menjelaskan, saat tanah terlalu banyak menyerap air, akar tanaman kesulitan mendapatkan nutrisi. Alhasil, banyak tanaman yang membusuk sebelum sempat dipanen. “Inilah yang menjadi salah satu biang keladi melambungnya harga cabai di pasaran,” katanya.

Menurut Sumrambah, lonjakan harga cabai akibat musim hujan sebenarnya bukan hal baru. Setiap tahun, peristiwa serupa selalu terjadi. Sayangnya, belum ada langkah konkret dari pemerintah untuk mengantisipasi hal ini.

“Seharusnya ada inovasi dari pemerintah. Misalnya, bagaimana saat panen raya cabai ada proses pengolahan. Cabai bisa dikeringkan, diolah agar tidak bergantung sepenuhnya pada kondisi cuaca,” tuturnya.

Baca Juga :PMK Merebak, Bupati Ponorogo Ingatkan Pentingnya Vaksinasi Hewan Ternak

Bukan hanya cabai, tanaman padi pun disebutkan ikut terdampak. Sumrambah memperingatkan bahwa dalam waktu dekat, harga beras juga bisa ikut naik.

“Di bulan Januari dan Februari, harga beras biasanya meningkat. Ini karena belum masuk musim panen raya, sementara di musim kemarau kemarin banyak daerah yang gagal tanam,” jelasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *