Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Selama lima bulan pertama di tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mencatat adanya delapan kasus malaria. Menariknya, seluruh kasus tersebut tidak berasal dari penularan lokal, melainkan terbawa oleh pendatang dari wilayah endemik malaria seperti Papua dan Kalimantan.
Baca Juga :Terkendala Administrasi, 11.377 KPM di Kabupaten Tulungagung Menunggu BLT APBD Tercairkan
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardani menjelaskan, warga Tulungagung yang sempat bekerja di daerah endemik atau pendatang dari daerah tersebut menjadi penyebab utama munculnya kasus ini.
“Di Indonesia, endemik malaria itu berasal dari Papua dan Kalimantan, sehingga warga Tulungagung yang bekerja di sana atau warga sana yang datang ke Tulungagung membawa malaria,” jelas Desi, Kamis (3/7/2025).
Sebaran kasus malaria ditemukan di Kecamatan Besuki, Ngunut, Boyolangu, dan Gondang. Kecamatan Besuki disebut sebagai wilayah yang paling ideal bagi nyamuk malaria untuk berkembang biak karena lingkungannya yang berada di antara air tawar dan air payau.



















