Maksimalkan Lahan, Petani Milenial Jombang Dulang Cuan dari Melon Premium

Maksimalkan Lahan, Petani Milenial Jombang Dulang Cuan dari Melon Premium
Petani milenial Bagus Andrianto memeriksa kualitas buah melon hasil budidaya hidroponik di greenhouse miliknya. (ist)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Lahan sempit bukan halangan untuk mendulang cuan dari pertanian. Seperti yang dilakukan Bagus Andrianto (31), petani milenial asal Desa Mojongapit, Kecamatan/Kabupaten Jombang.

Petani milenial ini sukses membudidayakan buah melon premium hanya dari greenhouse seluas 300 meter persegi di Kabupaten Jombang.

Meski cuaca tak menentu, Bagus tetap panen raya berkat teknologi greenhouse hidroponik vertikal. Lahan seluas 525 meter persegi itu ia bagi menjadi dua bagian, yakni sekitar 300 meter untuk greenhouse, sisanya sebagai area pendukung.

Read More

Baca Juga :Ada 20 SMP di Kabupaten Kediri yang Belum Terpenuhi Kuotanya, ini Daftarnya

“Saya gunakan 504 polibag, ditanam dengan sistem hidroponik menggunakan selang nutrisi. Dengan metode ini, pertumbuhan tanaman bisa saya kontrol penuh,” terang Bagus saat panen, Selasa (8/7/2025).

Menariknya, dari lahan terbatas itu, Bagus bisa menghasilkan 1 ton melon premium dengan nilai jual sekitar Rp 30 juta sekali panen.

Ia menanam tiga jenis melon unggulan: Sweet Net Vietnam, Sweet Hami, dan Sweet Net 8 Thailand, yang dikenal manis dan beraroma segar.

Keberhasilan ini bukan datang tiba-tiba. Bagus sempat gagal bertani cabai dan pepaya secara konvensional. Namun, sejak beralih ke sistem modern di lahan kecil, hasilnya justru melonjak.

Baca Juga :Dari Diskusi Karya ke Karir, Langkah Nyata Masuk Industri Perfilman Kediri

“Dengan greenhouse, saya bisa merekayasa alam. Meski lahan terbatas, hasilnya justru lebih optimal dibanding tanam biasa,” jelasnya.

Saat ini, ia hanya dibantu dua orang untuk perawatan dan satu operator sistem. Artinya, efisiensi tenaga, lahan, dan hasil bisa dicapai secara bersamaan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *