Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Ribuan warga memenuhi halaman Kelenteng Tempat Ibadah Ibadah Tri Dharma (TITD) Tjoe Tik Kiong. Mereka antre untuk mendapatkan paket sembako.
Ya Kelenteng Tjoe Tik Kiong punya gawe. Yakni ritual sembahyang arwah atau yang biasa disebut dengan ulambana. Ritual ini adalah agenda tahunan yang dilakukan umat untuk mendoakan para arwah leluhur yang sudah meninggal.
Sejak pukul 09.00, ribuan warga dari sekitar kelenteng berkumpul di depan gerbang. Sedikitnya 20 lebih personel dari Polres Tulungagung ikut mengamankan agenda kelenteng.
Polisi ikut serta mengamankan karena jumlah warga yang antre sembako dari tahun ke tahun terus bertambah. Bahkan dari luar Tulungagung ikut antre bagian.
Baca Juga :Perbaikan Gedung DPRD Tunggu Informasi Pusat
Menurut Wibitono, panitia kegiatan, ulambana digelar setiap bulan 7 pada penanggalan Imlek. Nah, pada hari itu pintu di nirwana terbuka. Nah saat itulah momen yang tepat bagi keluarga di dunia untuk menyambut dan menyediakan aneka suguhan.
“Harapannya ketika arwah leluhur kembali ke nirwana dalam kondisi punya bekal. Nah keluarga di dunia berkewajiban untuk menyediakan kebutuhan. Ada makanan, uang kertas dan keluarga juga ikut mendoakan,” katanya, Rabu (10/9/2025).
Sembahyang ulambana, lanjut Wibitono, ritual juga ditujukan untuk arwah-arwah yang tak terurus. Sehingga ketika di alam lain, tak lagi kebingungan. “Mudah-mudahan arwah tenang. Sehingga tak lagi resah,” katanya.
Baca Juga :Optimalkan Pajak Daerah Melalui Aplikasi SIP Mobile Sae
Ritual ulambana diawali dengan sembahyang kepada Makco, dewi yang ada di kelenteng. Selanjutnya para pengurus membagikan paket sembako.
Paket berisi beras, minyak goreng, mi instan, makanan ringan, buah-buahan dan lain sebagainya. Ada 3 ribu paket yang disediakan.



















