Hendak Lepas Karung Baling-Baling di Perairan Paciran, Nelayan Asal Brondong Lamongan Jatuh dan Ditemukan Tewas

Petugas Satpolairud Polres Lamongan bersama Nelayan  melakukan evakuasi korban di bawa ke rumah sakit di Paciran.
Petugas Satpolairud Polres Lamongan bersama Nelayan  melakukan evakuasi korban di bawa ke rumah sakit di Paciran.(foto: istimewa)

Lamongan, SEJAHTERA.CO – Nasib tragis menimpa seorang nelayan bernama Imam (42), warga Desa Lohgung, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Korban ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dari perahunya saat tengah melaut untuk mencari ikan di perairan Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, Sabtu (17/10/2026).

Baca juga:Diwarnai Isu Mahar dan Defisit Anggaran, Rencana Pengisian Perangkat Desa Gedongboyountung Lamongan Tuai Polemik

Peristiwa nahas tersebut bermula pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, korban bersama seorang anak buah kapal (ABK) bernama Dafa berangkat melaut menggunakan perahu tanpa nama dari Pelabuhan Lohgung.

Read More

Memasuki Sabtu (17/10/2026) pagi sekitar pukul 05.00 WIB, perahu yang mereka tumpangi mengalami kendala lantaran baling-balingnya terlilit karung plastik. Korban lantas berinisiatif turun tangan untuk memperbaiki kerusakan tersebut, namun nahas ia justru terjatuh ke laut.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, menjelaskan bahwa ABK Dafa yang melihat kejadian tersebut sempat berupaya memberikan pertolongan dengan ikut terjun ke air.

“Mengetahui kejadian tersebut, ABK Dafa berusaha menolong korban dengan terjun ke laut,” jelas Ipda Hamzaid, Sabtu (17/10/2026).

Kendati berhasil menemukan korban dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri, Dafa kesulitan membawa korban kembali ke perahu lantaran posisi perahu mereka telah terseret arus laut.

Beruntung, sebuah kapal nelayan lain yakni KM Mutiara yang melintas di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan darurat.

“Sekitar pukul 06.30 WIB, perahu nelayan KM Mutiara memberikan bantuan dan membawa korban menuju Dermaga TPI Warulor, Paciran,” tambahnya.

Setibanya di dermaga sekitar pukul 07.00 WIB, Ketua Rukun Nelayan Warulor, Hakim, langsung meneruskan laporan insiden tersebut kepada pihak Satpolairud Polres Lamongan.

Menerima laporan pada pukul 08.00 WIB, Kasatpolairud Polres Lamongan AKP Guntur bersama personel gabungan dan kapal BKO Ditpolairud Polda Jawa Timur langsung bergerak mendatangi lokasi guna melakukan evakuasi dan penanganan awal.

Baca juga:Kasus Pengalihan Tanah Negara Kawasan Mangrove, Kejari Lamongan Tahan Eks Kades Sidokelar dan Dua Tersangka

“Jenazah selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Suyudi untuk menjalani pemeriksaan luar,” pungkas Hamzaid.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *