Ratusan Warga Tulungagung Antre Tukar Uang Baru Jelang Lebaran

Ratusan Warga Tulungagung Antre Tukar Uang Baru Jelang Lebaran
Proses penukaran uang baru di gerai Bank Indonesia di halaman masjid jami' Al Munawar Tulungagung (isal/memo)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO  Ratusan warga di Kabupaten Tulungagung antusias menukarkan pecahan uang baru yang disediakan Bank Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Uang baru tersebut nantinya akan digunakan untuk berbagai kebutuhan Lebaran, termasuk memberi uang tunjangan hari raya (THR) kepada anak-anak.

Penukaran uang baru digelar di halaman Masjid Jami’ Al Munawar yang berada di sebelah barat Alun-Alun Tulungagung.

Salah seorang warga Desa Batangsaren, Berlit Septiana, mengaku mengetahui informasi kegiatan penukaran uang baru tersebut melalui media sosial Instagram Bank Indonesia Kediri.

Read More

“Saya mendapat informasi penukaran pecahan uang baru melalui Instagram Bank Indonesia Kediri,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Baca Juga Pemkab Lamongan Salurkan 54 Ton Beras untuk Warga Terdampak Banjir

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tampak tertib mengantre untuk mendapatkan giliran menukarkan uang baru.
Menurut Berlit, proses pendaftaran penukaran uang melalui sistem yang disediakan Bank Indonesia cukup mudah.

setelah berhasil mendaftar, peserta langsung mendapatkan nomor antrean.

Ia mengaku ini merupakan kali kedua dirinya mencoba menukarkan uang baru menjelang Lebaran. Pada tahun sebelumnya, ia sempat mendaftar namun tidak mendapatkan kuota.

“Kalau tahun lalu belum ada sistem nomor antrean. Tapi tahun ini setelah daftar langsung dapat nomor antrean, jadi lebih mudah,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Berlit menukarkan uang baru senilai Rp5,5 juta. Rinciannya masing-masing Rp1 juta untuk pecahan Rp5 ribu, Rp10 ribu, dan Rp20 ribu.

Selain itu, ia juga menukarkan uang pecahan Rp50 ribu senilai Rp2,5 juta.

Baca Juga Polres Blitar Ungkap 25 Kasus Narkoba Selama Operasi Pekat Semeru 2026

Uang pecahan baru tersebut rencananya akan digunakan untuk kebutuhan selama Lebaran, terutama untuk diberikan kepada keponakan dan anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya yang datang bersilaturahmi.

“Kalau saya standar saja. Dibedakan jumlahnya untuk keponakan dekat, keponakan jauh, dan anak-anak di kampung,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *