Kuota Pupuk Subsidi Turun, Pemkot Kota Kediri Pastikan Distribusi Tetap Aman

pupuk subsidi
Tim KP3 bergerak cepat melakukan sidak sejumlah kios resmi pupuk bersubsidi.(foto: istimewa)

Kediri, SEJAHTERA.CODistribusi pupuk subsidi di Kota Kediri tetap berjalan lancar meski kuota tahun 2026 mengalami penurunan. Untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan, Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kios resmi.

Baca juga:Gudang Kayu di Kediri Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta

Langkah ini dilakukan Pemerintah Kota Kediri melalui KP3 yang melibatkan berbagai instansi, mulai dari Disperdagin, DKPP, DLHKP, Dinas Kesehatan, Dinkop UMTK, hingga unsur Pupuk Indonesia, Kejaksaan Negeri, dan Polres Kediri Kota.

Read More

Kepala Disperdagin Kota Kediri, M. Ridwan, mengatakan sidak bertujuan mengawal distribusi pupuk subsidi agar tetap sesuai ketentuan, mulai dari produsen hingga ke tangan petani.

“Selain memastikan kelancaran distribusi, kami juga mengantisipasi potensi penyimpangan maupun permainan harga di lapangan,” ujarnya, Rabu (22/4).

Dari hasil sidak di dua kios resmi, KP3 memastikan stok pupuk dalam kondisi aman. Harga jual juga tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Ada dua kios yang kami kunjungi, kami pastikan stok selalu tersedia dan distribusi berjalan lancar. Sampai saat ini juga tidak ada keluhan signifikan dari petani,” jelasnya.

Pada 2026, alokasi pupuk subsidi di Kota Kediri memang mengalami penurunan dari sebelumnya 2.712 ton menjadi 1.983 ton. Namun, kondisi tersebut diimbangi dengan kebijakan penurunan harga pupuk sejak 22 Oktober 2025.

Adapun rincian harga pupuk bersubsidi yakni urea Rp1.800 per kilogram, NPK Rp1.840 per kilogram, NPK kakao Rp2.640 per kilogram, ZA Rp1.360 per kilogram, serta pupuk organik Rp640 per kilogram.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *