DPR RI Pastikan Kualitas Beras Bulog Tulungagung Tetap Baik Meski Disimpan Setahun

beras tulungagung
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini beserta Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto dan Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho saat melakukan pemantauan stok beras yang dimiliki Perum Bulog Cabang Tulungagung (foto: mochammad sholeh sirri)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Kualitas stok beras yang dimiliki Perum Bulog Cabang Tulungagung dipastikan tetap baik meski telah disimpan hingga satu tahun. Hal ini didukung dengan penerapan standar ketat agar beras memenuhi syarat sebagai cadangan beras pemerintah.

Baca juga:Perbaikan Jembatan Junjung Tulungagung Dimulai Mei 2026, Ditarget Selesai Desember

Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, bersama Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, serta Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, melakukan pemantauan langsung ke gudang Bulog di Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, Senin (27/4/2026).

Read More

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung kondisi beras yang tersimpan di gudang. Hasilnya, kualitas beras dinilai masih sangat baik, meskipun sebagian merupakan stok sejak April 2025.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Meski disimpan hingga satu tahun, kondisi beras masih sangat bagus,” ujar Anggia.

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, menjelaskan bahwa kualitas beras dijaga sejak proses penyerapan gabah dari petani hingga penyimpanan di gudang. Setelah diolah menjadi beras, produk tersebut harus melalui pemeriksaan kualitas sebelum ditetapkan sebagai cadangan beras pemerintah.

Ia menyebutkan, terdapat empat syarat utama yang harus dipenuhi, yakni kadar air maksimal 14 persen, tingkat kerusakan maksimal 25 persen, kandungan menir maksimal 2 persen, serta derajat sosoh maksimal 95 persen.

“Jika tidak memenuhi syarat tersebut, beras tidak akan diterima sebagai cadangan pemerintah,” jelasnya.

Untuk memastikan standar tetap terjaga, setiap gudang Bulog dilengkapi Petugas Pemeriksa Kualitas (PPK) yang bertugas melakukan pengawasan, baik sebelum beras masuk gudang maupun selama masa penyimpanan. Selain itu, kondisi gudang, terutama tingkat kelembaban, juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas beras.

Prihasto menambahkan, beras yang telah disimpan selama satu tahun tersebut rencananya akan segera didistribusikan, salah satunya melalui program Bantuan Pangan (Banpang) yang tengah berjalan.

Ia menegaskan, tidak ada batas waktu pasti terkait lamanya penyimpanan beras, selama perawatan dan kondisi gudang tetap terjaga dengan baik.

Baca juga:Sebanyak 357 Kasus Kecelakaan di Tulungagung Awal 2026, Satlantas Soroti Faktor Kelalaian

“Selama kelembaban dan kondisi gudang terkontrol, kualitas beras tetap terjaga meski disimpan lebih dari satu tahun,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *