Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Produksi beras nasional menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Kondisi ini membuat pemerintah tidak lagi bergantung pada impor beras. Di Kabupaten Tulungagung, puluhan ribu ton padi siap dipanen pada April 2026 dalam momen panen raya.
Baca juga:Sebanyak 357 Kasus Kecelakaan di Tulungagung Awal 2026, Satlantas Soroti Faktor Kelalaian
Panen raya digelar di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, dan dihadiri Perum Bulog serta Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini. Pada periode ini, luas lahan panen mencapai 13.716 hektare dengan potensi produksi sekitar 94.640,4 ton padi.
Anggia menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, produksi padi di Tulungagung tidak hanya melimpah, tetapi juga berkualitas baik sehingga mendukung ketersediaan stok beras nasional.
“Produksi padi di Tulungagung sangat baik. Ini membuat stok beras Bulog melimpah, bahkan kapasitas gudang perlu ditambah,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, Tulungagung menjadi salah satu daerah penyumbang penting yang turut mendorong Jawa Timur sebagai provinsi dengan produksi padi tertinggi di Indonesia.
Capaian ini juga disebut sebagai hasil dari program swasembada pangan yang mulai dijalankan sejak 2025. Dengan produksi yang terus meningkat, Indonesia dinilai sudah tidak lagi membutuhkan impor beras.
“Sejak program swasembada pangan berjalan, produksi dalam negeri sudah mampu mencukupi kebutuhan. Terakhir impor dilakukan pada 2024,” ungkapnya.



















