10 CJH Meninggal Sebelum Diberangkatkan, Ini Kata Kemenag Tulungagung

10 CJH Meninggal Sebelum Diberangkatkan, Ini Kata Kemenag Tulungagung

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Beberapa calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Tulungagung dikarenakan meninggal dunia sebelum diberangkatkan ke tanah suci. Kekosongan kuota tersebut, kursi mereka akhirnya diberikan kepada kuota cadangan Jawa Timur.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tulungagung, Suryani mengatakan, mendapat laporan adanya CJH yang meninggal dunia. Tercatat setidaknya 10 CJH asal Tulungagung meninggal dunia sebelum diberangkatkan.

Sesuai dengan jadwal, sebenarnya 10 CJH tersebut akan diberangkatkan pada tahun 2024 dan sudah mendapat kuota atau kursi pemberangkatan. Bahkan, 10 CJH tersebut juga sudah melunasi pembayaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) pada Kemenag Tulungagung.

Read More

“Kami dapat informasi dari pendamping haji, ada sekitar 10 orang CJH asal Tulungagung yang meninggal dunia,” kata Suryani, Minggu (19/5/2024).

Imbasnya, menurut Suryani, terdapat kekosongan kuota pemberangkatan haji di Tulungagung sebanyak 10 orang dari total kuota sekitar 1190 orang CJH.

Namun, nantinya dipastikan kekosongan kuota haji di Tulungagung akan diisi oleh cadangan haji dari Tulungagung atau wilayah lain.

CJH cadangan yang menggantikan 10 CJH asal Tulungagung yang meninggal dunia itu, dilakukan sesuai dengan nomor urutan cadangan CJH di Jawa Timur.

Namun, pihak Kemenag sendiri masih harus mengkonfirmasi apakah cadangan CJH tersebut siap untuk diberangkatkan tahun ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *