PN Jombang Vonis 18 Tahun Penjara Pembunuh Berencana Istri Siri di Mojoagung

Purnomo (60), terdakwa kasus pembunuhan berencana yang menewaskan istri sirinya, warga Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung saat menjalani sidang putusan di Ruang Cakra PN Jombang pada Kamis (23/7/2026) siang.
Purnomo (60), terdakwa kasus pembunuhan berencana yang menewaskan istri sirinya, warga Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung saat menjalani sidang putusan di Ruang Cakra PN Jombang pada Kamis (23/7/2026) siang. (foto: stimewa)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jombang menjatuhkan vonis 18 tahun penjara kepada Purnomo (60), terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap istri sirinya, Tri Retno Jumilah, warga Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung. Putusan dibacakan dalam sidang yang berlangsung di Ruang Cakra PN Jombang, Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 13.05 WIB.

Baca juga:BNNK Jombang Masih Menunggu Realisasi, BNNP Jatim Sebut Satgas P4GN Dibentuk untuk Antisipasi Kekosongan Lembaga

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Luki Eko Andrianto dengan hakim anggota Bagus Sumanjaya dan Ivan Budi Santoso. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Misbahul Amin hadir mewakili Kejaksaan Negeri Jombang, sementara terdakwa didampingi dua penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Jombang.

Read More

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 459 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional sesuai dakwaan alternatif pertama.

“Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana atau melanggar Pasal 459 KUHP Nasional sebagaimana dakwaan alternatif pertama penuntut umum,” ujar Ketua Majelis Hakim Luki Eko Andrianto saat membacakan putusan.

Atas perbuatannya, majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 18 tahun.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 18 tahun,” lanjutnya.

Luki menjelaskan, putusan tersebut diambil setelah majelis mempertimbangkan seluruh fakta persidangan, keterangan saksi, barang bukti, serta pembelaan terdakwa. Menurutnya, terdapat sejumlah keadaan yang memberatkan sehingga terdakwa layak dijatuhi hukuman berat.

“Hal yang memberatkan, terdakwa membunuh korban dengan cara yang keji. Korban juga merupakan istri siri terdakwa. Selain itu, terdakwa mengambil harta benda milik korban setelah pembunuhan dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu, hal yang meringankan ialah terdakwa belum pernah menjalani hukuman pidana dan telah berusia lanjut.

“Yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan usianya sudah lanjut,” ungkap Luki.

Baca juga:Truk Diduga Rem Blong Tabrak Motor dan Pejalan Kaki di Jombang, Dua Orang Tewas

Usai persidangan, Luki menyebut putusan majelis hakim telah sesuai atau *conform* dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

“Putusan majelis hakim *conform* dengan tuntutan jaksa,” katanya.

Setelah putusan dibacakan, baik terdakwa melalui penasihat hukumnya maupun Jaksa Penuntut Umum menyatakan masih pikir-pikir untuk menentukan sikap, apakah menerima putusan atau mengajukan upaya hukum lanjutan.

Sebelumnya, JPU Misbahul Amin menuntut Purnomo dengan pidana penjara selama 18 tahun. Jaksa menilai terdakwa terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Tri Retno Jumilah sebagaimana diatur dalam Pasal 459 juncto Pasal 618 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Dalam tuntutannya, jaksa menyebut perbuatan terdakwa dilakukan secara terencana dan disertai penguasaan harta milik korban. Setelah menghabisi nyawa korban, terdakwa membawa kabur tabungan senilai sekitar Rp59,94 juta serta sejumlah perhiasan emas.

Kasus ini bermula dari penemuan jasad Tri Retno Jumilah di rumahnya di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, pada (13/11/2025). Korban ditemukan dalam kondisi telah membusuk setelah beberapa hari tidak dapat dihubungi keluarganya.

Hasil penyelidikan mengungkap korban dibunuh menggunakan linggis setelah terlibat pertengkaran dengan terdakwa. Saat mengetahui korban masih bernapas, terdakwa kemudian membekap wajah korban hingga meninggal dunia.

Setelah melakukan pembunuhan, Purnomo melarikan diri ke Kabupaten Lampung Timur sambil membawa uang tabungan dan perhiasan milik korban. Ia kemudian berhasil ditangkap aparat kepolisian dan diproses hingga menjalani persidangan di PN Jombang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *