JAKARTA, SEJAHTERA.CO – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memamerkan konsep green energy atau energi hijau yang akan diterapkan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ketika menyampaikan kuliah umum di Standford University San Fransisco, Amerika Serikat (AS), Presiden Joko Widodo memaparkan konsep pembangunan di kawasan IKN.
Ibu Kota Nusantara, dibangun dengan konsep kota pintar atau smart city berbasis hutan yang nantinya akan konsep green energy dari matahari dan air.
“Dan supaya saudara-saudara tahu bahwa yang pertama kali kita bangun saat akan membangun Ibu Kota Nusantara ini adalah membangun nursery center, membangun botanical center,” ujar Presiden Jokowi.
Nursery center di kawasan IKN disebut berkapasitas 15 juta bibit pohon per tahun yang akan ditanam di kawasan Ibu Kota Nusantara dan seluruh Pulau Kalimantan.
Kepala Negara membuka pintu bagi Stanford University berkunjung kek kawasan IKN untuk melihat langsung proses dan perkembangan pembangunana di sana.
“Mungkin di sana bisa melakukan riset secara kilat dan belajar tentang sisi keberlanjutan dalam membangun sebuah green city,” tandasnya.
Transisi menuju green energy sebagai kebutuhan tak terelakkan akibat perubahan iklim global juga sudah dilakukan Indonesia dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung.
“Ini terbesar di Asia Tenggara, pembangkit listrik tenaga surya yang kita miliki baru saja kita buka dengan kapasitas 192 megawatt,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga melempar gagasan agar pendanaan iklim dan transisi energi tidak bersfat utang yang justru menjadi beban bagi negara berkembang.
“Padahal seharusnya lebih konstruktif, bukan dalam bentuk utang yang hanya akan menambah beban negara-negara miskin maupun negara-negara berkembang,” ungkapnya.
Sumber : Setkab
Editor : Irwan Maftuhin


















