Pererat Hubungan Kerja, Jaringan PPAH Eks Keresidenan Kediri Gelar Pertemuan

Pererat Hubungan Kerja, Jaringan PPAH Eks Keresidenan Kediri Gelar Pertemuan
Sukadi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri hadiri pertemuan Jaringan PPAH Guyub Rukun se eks Karesidenan Kediri di Pagu Rabu siang (bakti/sejahtera.co) 

Kediri, SEJAHTERA.CO – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri kolaborasi dengan Pusat Pelayanan Agen Hayati (PPAH) se wilayah Tulungagung Eks Karesidenan Kediri Rabu (12/2/2025) siang di Pagu, gelar pertemuan jaringan PPAH guyub rukun ke VIII.

Baca Juga : Petani Tembakau Dibantu Pupuk dan Alat Rajang

Pertemuan ini merupakan pertemuan ke VIII tahun 2025 dan diikuti 150 orang dari Kediri, Blitar, Nganjuk, Trenggalek dan Tulungagung.

Read More

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pangan Dispertabun Kabupaten Kediri, Rini Pudyastuti menyampaikan, kegiatan ini pertemuan  rutin tiga bulanan.  Tujuannya untuk pererat ikatan kerja antar PPAH dan perdalam agen Hayati yang terus berkembang.

“Adapun materi adalah nep dan mikoriza. Nep adalah Newatoda end patogen dan salah satu jasad renik untuk atasi hama pada tanaman,” katanya.

Ditambahkan Rini, Target kegiatan ini adalah PPAH bisa suport untuk suburkan tanaman dan tanah. Hal ini juga terkait dengan pertanian berkelanjutan supaya ketahanan pangan cepat tercapai. Semakin majunya teknologi pertanian yang ramah lingkungan, kombinasi pupuk organik dan kimiawi.

Baca Juga :Gadaikan Mobil Rental, Perempuan Dijebloskan Penjara

Di pertemuan ini ada diskusi dari pakar di bidangnya tentang materi mendalam  permasalahan pertanian utamanya terkait peningkatan produksi pangan dan pengendalian hama.

Sukadi Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri mengapresiasi kegiatan yang bermanfaat ini untuk kemajuan pertanian di wilayah Eks Karesidenan Kabupaten Kediri. Jumlah petani di Kabupaten Kediri ada 140.000 dan program pertanian program unggulan.

“ Potensi pertanian multi komoditi di Kabupaten Kediri mendorong Pemkab Kediri bantu petani dalam budi daya tanaman pangan. Salah satunya teknologi pertanian yang ramah lingkungan berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga :Dapat Trauma Healing, Kasatreskrim Polres Batu: Korban Bullying Bendungan Selorejo Masih Malu

Ditambahkan Sukadi, PPAH merupakan tokoh utama dalam teknologi ramah lingkungan dan penyedia agen Hayati dan bahan organik. Sukadi berharap kegiatan ini bisa menambah wawasan berharga, berkesinambungan dan kebermanfaatan bagi semua pihak.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *