“Keberadaannya memberikan dampak besar bagi pendidikan di Jawa Timur khususnya Kota Kediri, karena menjadi satu-satunya sekolah lanjutan di Karisidenan Kediri. Setelah MULO dibubarkan, gedung ini pernah jadi markas Tentara Jepang, Markas BKR, Divisi Brawijaya, hingga SMAN 1 Kediri,” ungkapnya.
Wali Kota Kediri menambahkan sertifikat Cagar Budaya ini bukan hanya tentang penghargaan kepada objek budaya saja. Namun untuk memastikan warisan budaya ini bisa terus dilestarikan generasi berikutnya. Sehingga gedung ini bisa dinikmati hingga kapanpun.
“Saya harap ke depan juga bisa jadi tempat city tour juga. Bangunan cagar budaya memang harus digunakan dan dirawat agar tidak rusak,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Bayu Giandika



















