Saat ini, lanjut Ivong, terus berupaya agar 68 unit rumah bisa direlokasi. Tahapan awal yang harus dilakoni salah satunya dengan mencari lokasi tanah.
Untuk itu pihaknya bakal terus koordinasi dengan pemprov. Harapannya bisa mendirikan rumah sementara seperti yang ada di Purworejo. “Masih diupayakan lagi. Mudah-mudahan ada kabar baik,” kata Kepala BPBD Ivong Bettryanto.
Meski belum mendapatkan huntara, sebanyak 68 kepala keluarga sudah diberi pemahaman. Ketika ada hujan deras diminta untuk mencari tempat yang aman.
Pasalnya jika tetap nekat berada di lokasi rawan bencana, bakal terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sebelumnya, gubernur meresmikan 50 huntara di Desa Purworejo, Kecamatan Wates. Dana pembangunan mencapai Rp 2,5 miliar hasil sharing dengan provinsi dan pemkab.
Huntara ukuran 36 meter persegi dengan dua kamar, ruang tamu, kamar mandi dan lain sebagainya. (ziz)



















