Sementara itu, Balai Pelestarian Kebudayaan Jatim, Mochammad Ichwan mengatakan, untuk proses pemindahannya sendiri dilakukan secara berhati-hati agar prasasti bisa dipindah secara aman.
Selain itu, prasati juga dibungkus dengan bahan yang lembut dan diberi palet tidak bersentuhan langsung saat diangkat.
Selama proses pemindahan, pihaknya juga menerapkan treatmen khusus dengan melindungi permukaan prasasti yang berisi data tertulis tentang hari jadi Tulungagung.
Dengan begitu, pihaknya tidak ingin agar tulisan-tulisan tersebut tergores saat proses pemindahan dilakukan menuju Museum Tulungagung.
“Kami belum bisa memastikan pemindahannya membutuhkan waktu berapa lama, karena kami harus berhati-hati karena ini benda cagar budaya,” kata Mochammad Ichwan.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















